Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2020

Disisi-Nya Lebih Baik

Gambar
Bagian VI ^Apa Yang Disisi Allah Lebih Baik^ Hidup kita lebih sering menikmati usaha orang lain, lebih sering menjadi penikmat hasil tanpa mau menerima proses, lebih sering menyatakan andaikan aku begini dan begitu, sedangkan waktu terus berputar tanpa perlu basa-basi, terus berputar tanpa peduli siapa yang dihadapi. Jika sulit nya telah tiba maka, keluh mu tak akan berhenti untuk ber-negosiasi dengan Sang Ilahi Rabbi. Begitu banyak sandiwara yang ditampakkan di muka bumi, sampai-sampai bumi pun bosan menghadapi sang mahluk yang tak sadar diri.             Pandai nya diri tak mau mengakui bahwa apa yang disisi Ilahi lebih baik, tersering mengikuti kata hati yang kadang dirasuki oleh iblis untuk iri dan dengki, dan akhirnya lupa  bahwa apa yang disisi Ilahi lebih baik, Begitu banyak cerita seakan-akan orang lain tak boleh salah arti, cukup diri yang harus terlihat berarti di pandangan manusiawi. Bersaing secara paksa dem...

Hina

Gambar
Bagian V ^Hina di Dunia yang Hina^   Ketika hina disandingkan dengan yang amat hina, maka kehinaan yang mana lagi yang lebih menghinakan ? Hidup yang kau selami bukan untuk di hinakan dengan cara menghina diri tanpa batas kadar sampai akhirnya sulit untuk beristighfar. Cukup dunia ini yang hina, kau jangan. Ketika semua sudah merasa terhina maka dimana jalan hidup akan terarah? Dengan siapa hidup mengadu jika semua mahluk di bumi sudah banyak menghinakan ? Sebagaimana Rasulullah Shalallahu “alaihi Wassalam Bersabda : “Demi Allah, sungguh, dunia itu lebih hina bagi Allah daripada bangkai anak kambing ini bagi kalian.” (HR. Muslim) Hidup kau terlalu mulia untuk terhinakan oleh dunia ini yang hina, kau tercipta dari adam yang satu dan hawa, maka nikmat Rabb mu yang mana lagi kau dustakan ? Seringnya hati ini sebagai hamba lebih mendambakan dunia dan seisinya padahal akhiratlah tempat pulang selama nya. Seringnya hati ini sebagai hamba lebih mengikuti hawa nafsu...

Hidup

Gambar
BAGIAN IV ^Mempebaiki Hidup untuk Mati^               Allah telah ciptakan manusia dari yang satu Adam dan yang satu Hawa, tugas kita sebagai manusia yaitu satu untuk beribadah kepada Allah semata-mata tanpa menyekutukan-Nya. Sering diri ini memperbaiki hidup hanya untuk hidup, tanpa berfikir bagaimana memperbaiki hidup untuk mati. Maksudnya apa? Sebagaimana kita di dunia ini hanya sekedar menjadi pengembara yang sewaktu-waktu akan pulang ketempat asal nya yaitu syurga.             Sebagaimana halnya pengembara yang akan pulang pasti akan banyak bekal yang harus dipersiapkan, bukan serta merta hanya membawa sepotong kain saja bukan? Pasti kita akan menyiapkan hal yang lebih baik daripada sekedar sepotong kain, seperti menyiapkan cadangan makanan dan minuman, pakaian yang cukup untuk ganti, dan segala macam yang akan dibutuhkan selama perjalanan pulang.  ...

Kecewa

Gambar
Bagian III ^Apa yang harus di kecewakan ?^   Dunia salah satu tempat dimana manusia memperjuangkan segala-gala nya demi mencapai tingkat kepuasan pada diri sendiri, baik berupa mengejar eksistensi diri, bergelimang harta, cinta manusia, sampai akhirnya menuntut segala sesuatu nya kepada ciptaan Allah. Padahal tak ada sedikitpun manfaat yang akan di dapat jika tanpa Izin dari-Nya. Jangan ucapkan cinta jika anda telah kecewa kepada mahluk Nya, jangan ucapkan syukur jika anda ternyata kufur terhadap nikmat Nya, jangan ucapkan sabar jika ternyata masih ada rasa ingin di balas. Lalu apa yang harus di kecewakan jika cinta dalam hati saja sudah dipenuhi dengan cinta kepada Allah dan Rosul-Nya ? Lalu apa yang harus di kecewakan jika hati sudah merasa yakin bahwa segala nya sudah diatur dari mulai kehidupan sampai kematian ? Jika masih ada kecewa terhadap dunia beserta isinya apakah mungkin bisa dikatakan cinta kepada Allah dan Rosul Nya sudah memenuhi lubuk hati yang paling d...

Khawatir

Gambar
BAGIAN II ^TAK PERLU ADA YANG DI KHAWATIRKAN KECUALI DOSA^            Begitu mudah kita salurkan rasa khawatir kita kepada keluarga, kepada pekerjaan, harta, jabatan, jodoh dan 1001 tentang urusan dunia ini, terlalaikan tentang 1 rasa khawatir yang mungkin belum terbayangkan sebelumnya. Mungkin kita mudah khawatir apabila tidak memiliki uang hari ini maka nanti makan apa? Dan bagaimana jika tidak makan?, atau pemikirian yang sama mungkin kita khawatir tentang bagaiman anak-anak ku yang merantau jauh dari kota tinggal nya jika bertemu dengan orang jahat bagaimana nanti? dan sekali lagi beribu-ribu pemikiran khawatir tentang urusan dunia semata.                   Ingatkah kita bahwa ada 1 urusan yang lebih berharga untuk kita khawatirkan daripada sekedar memikirkan urusan makan, harta, dan keturunan ? apakah itu ? yaitu tentang khawatir dengan dosa yang kita perbuat selama ini...

Takut

Gambar
BAGIAN I ^TAK PERLU ADA YANG DI TAKUTKAN KECUALI ALLAH^   Hidup ku berpijak di bumi sama halnya seperti manusia ciptaan ALLAH yang lain, memilik akal, fisik yang sempurna, memiliki nafsu, dan memiliki perasaan. Perasaan seperti apa ? yaa perasaan seperti orang pada umumnya perasaan takut, kesal, malu, ragu, gelisah, galau, dan berbagai macam perasaan-perasaan lain yang mengajak diri ini untuk takut kepada selain ALLAH.                          Padahal ALLAH Ta’ala telah berfirman di dalam surah Al-Maidah ayat 44 :                       “ Karena itu janganlah kamu takut kepada manusia, (tetapi) takutlah kepada-KU. ” Ada suatu pengalaman yang membuat ku saat ini berusaha keras untuk takut hanya kepada Allah Ta’ala, suatu ketika di kampus tercinta yang disana ku belajar tepatnya disudut kota Jakarta. Semua karena karunia dari Rabb ku untuk m...