Disisi-Nya Lebih Baik
Bagian VI ^Apa Yang Disisi Allah Lebih Baik^ Hidup kita lebih sering menikmati usaha orang lain, lebih sering menjadi penikmat hasil tanpa mau menerima proses, lebih sering menyatakan andaikan aku begini dan begitu, sedangkan waktu terus berputar tanpa perlu basa-basi, terus berputar tanpa peduli siapa yang dihadapi. Jika sulit nya telah tiba maka, keluh mu tak akan berhenti untuk ber-negosiasi dengan Sang Ilahi Rabbi. Begitu banyak sandiwara yang ditampakkan di muka bumi, sampai-sampai bumi pun bosan menghadapi sang mahluk yang tak sadar diri. Pandai nya diri tak mau mengakui bahwa apa yang disisi Ilahi lebih baik, tersering mengikuti kata hati yang kadang dirasuki oleh iblis untuk iri dan dengki, dan akhirnya lupa bahwa apa yang disisi Ilahi lebih baik, Begitu banyak cerita seakan-akan orang lain tak boleh salah arti, cukup diri yang harus terlihat berarti di pandangan manusiawi. Bersaing secara paksa dem...