Khawatir
BAGIAN II
^TAK PERLU ADA YANG DI KHAWATIRKAN KECUALI DOSA^
Begitu mudah kita salurkan rasa khawatir kita kepada keluarga, kepada pekerjaan, harta, jabatan, jodoh dan 1001 tentang urusan dunia ini, terlalaikan tentang 1 rasa khawatir yang mungkin belum terbayangkan sebelumnya. Mungkin kita mudah khawatir apabila tidak memiliki uang hari ini maka nanti makan apa? Dan bagaimana jika tidak makan?, atau pemikirian yang sama mungkin kita khawatir tentang bagaiman anak-anak ku yang merantau jauh dari kota tinggal nya jika bertemu dengan orang jahat bagaimana nanti? dan sekali lagi beribu-ribu pemikiran khawatir tentang urusan dunia semata.
Ingatkah kita bahwa ada 1 urusan yang lebih berharga untuk kita khawatirkan daripada sekedar memikirkan urusan makan, harta, dan keturunan ? apakah itu ? yaitu tentang khawatir dengan dosa yang kita perbuat selama ini, tentang bagaiman kita mempertanggungjawabkan setiap perbuatan yang kita lakukan di akhirat kelak ?
Apakah yakin langsung masuk surga firdaus tanpa hisab ? atau malah langsung tercebur kedalam gemuruh neraka saqar tanpa basa-basi? Naudzubillah tsuma Naudzubillah.
Pembaca yang di rahmati ALLAH, begitu mudahnya kita mengumbar rasa khawatir pada urusan dunia yang sudah jelas telah ALLAH tulis di kitab Lauhul Mahfudz nya, dan telah ALLAH jamin setiap urusan dunia nya walaupun hanya sekedar tetesan keringat yang terjatuh dari dahi nya. Masihkah rasa ragu kita tanamkan bahwa ALLAH tidak menjamin setiap kebutuhan dan keinginan kita?
Padahal ALLAH telah berfirman dalam surah Hud ayat 6 :
“Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan
ALLAH-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang
itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauhul
Mahfudz).”
Jika hewan saja telah Allah jamin bagaimana dengan kita mahluk
ciptaan ALLAH yang paling sempurna, dan lebih sempurna dari pada mahluk
ciptaannya yang lain? Apa lagi yang
harus kita khawatirkan? jawabannya satu, yaitu tak perlu ada yang di
khawatirkan kecuali dosa yang membawa siksa.
Sebagaimana ALLAH telah berfirman dalam surah
Ar-Rum ayat 41 :
“Telah
nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan
manusia, supaya Allah meraskan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan
mereka, agar mereka kembali ke jalan yang benar.”

Komentar
Posting Komentar