Disisi-Nya Lebih Baik
Bagian VI
^Apa Yang Disisi Allah Lebih Baik^
Hidup kita lebih sering menikmati usaha orang lain, lebih sering
menjadi penikmat hasil tanpa mau menerima proses, lebih sering menyatakan
andaikan aku begini dan begitu, sedangkan waktu terus berputar tanpa perlu
basa-basi, terus berputar tanpa peduli siapa yang dihadapi.
Jika sulit nya telah tiba maka, keluh mu tak akan berhenti untuk
ber-negosiasi dengan Sang Ilahi Rabbi. Begitu banyak sandiwara yang ditampakkan
di muka bumi, sampai-sampai bumi pun bosan menghadapi sang mahluk yang tak
sadar diri.
Pandai nya diri tak mau mengakui bahwa apa yang disisi Ilahi lebih baik, tersering mengikuti kata hati yang kadang dirasuki oleh iblis untuk iri dan dengki, dan akhirnya lupa bahwa apa yang disisi Ilahi lebih baik,Begitu banyak cerita seakan-akan orang lain tak boleh salah arti, cukup diri yang harus terlihat berarti di pandangan manusiawi.
Bersaing secara paksa demi kebutuhan rohani katanya, tapi hasrat duniawi lah yang lebih di prioritaskan di banding ukhrowi. dan akhirnya lupa bahwa apa yang disisi Allah lebih baik.
Bermudah-mudahan diri ini katakan “ kenapa orang lain lebih beruntung dari pada ku ?” seakan-akan Ilahi Rabbi tak sedang mengurus segala kehidupannya ? Dimana rasa sadar diri berada?
Jika rasa iri dan dengki kepada orang lain masih berpijak di hati Bagaimanakah cara nya taklukkan hati yang tak lagi mau menerima setiap kehendak Sang Ilahi?
Ku temui akhirnya “ Bahwa apa yang ada disisi Allah (Syurga) lebih baik dari Dunia dan seisinya”
Ku temui akhirnya “Bahwa apa yang ku miliki belum tentu dimiliki orang lain, begitupun sebaliknya. maka sudah sepatut nya diri bersyukur pada Sang Ilahi”
“Semangatlah dalam menggapai apa yang bermanfaat bagimu dan mintalah pertolongan kepada Allah dan jangan lemah. Jangan pula mengatakan “andaikan aku bertindak demikian pasti tidak akan terjadi demikian” namun katakanlah : “ini takdir Allah dan apapun yang Allah kehendaki pasti terjadi” karena berandai-andai tipuan setan.” (HR.Muslim : 2664)

Komentar
Posting Komentar