Hina

Bagian V

^Hina di Dunia yang Hina^

 

Ketika hina disandingkan dengan yang amat hina, maka kehinaan yang mana lagi yang lebih menghinakan ?

Hidup yang kau selami bukan untuk di hinakan dengan cara menghina diri tanpa batas kadar sampai akhirnya sulit untuk beristighfar.

Cukup dunia ini yang hina, kau jangan. Ketika semua sudah merasa terhina maka dimana jalan hidup akan terarah?

Dengan siapa hidup mengadu jika semua mahluk di bumi sudah banyak menghinakan ?

Sebagaimana Rasulullah Shalallahu “alaihi Wassalam Bersabda :

“Demi Allah, sungguh, dunia itu lebih hina bagi Allah daripada bangkai anak kambing ini bagi kalian.”

(HR. Muslim)

Hidup kau terlalu mulia untuk terhinakan oleh dunia ini yang hina, kau tercipta dari adam yang satu dan hawa, maka nikmat Rabb mu yang mana lagi kau dustakan ?

Seringnya hati ini sebagai hamba lebih mendambakan dunia dan seisinya padahal akhiratlah tempat pulang selama nya.

Seringnya hati ini sebagai hamba lebih mengikuti hawa nafsu padahal pengadilan Allah pasti datang.

Jangan sampai kita lebih pandai menangkap anak ayam daripada induk nya. Maksudnya ?

Jika kita menangkap anak ayam yang terjadi induk nya tidak terima dan kita tak dapat apa-apa, kalaupun mendapatkan anak ayam maka, hanya sebagian kecil saja kita dapat.

Apabila dibandingkan dengan kita mengejar induk ayam maka, anak nya pun akan mengikuti induk nya. Lalu yang kita dapat sebagian besar nya bukan ?

Seperti hal nya dunia dan akhirat, kita menggapai dunia dan seisinya belum tentu dapat apa yang di harapkan, jikalau dapat pun hanya sebagian kecil saja.

Dan dibandingkan ketika kita menggapai akhirat maka, dunia lah yang akan ikut untuk menggapai kita. Lalu yang kita dapat sebagian besar nya bukan ?

Wallahu ‘alam Bishowab


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Disisi-Nya Lebih Baik

Kecewa