Kecewa

Bagian III

^Apa yang harus di kecewakan ?^

 

Dunia salah satu tempat dimana manusia memperjuangkan segala-gala nya demi mencapai tingkat kepuasan pada diri sendiri, baik berupa mengejar eksistensi diri, bergelimang harta, cinta manusia, sampai akhirnya menuntut segala sesuatu nya kepada ciptaan Allah. Padahal tak ada sedikitpun manfaat yang akan di dapat jika tanpa Izin dari-Nya.

Jangan ucapkan cinta jika anda telah kecewa kepada mahluk Nya, jangan ucapkan syukur jika anda ternyata kufur terhadap nikmat Nya, jangan ucapkan sabar jika ternyata masih ada rasa ingin di balas.

Lalu apa yang harus di kecewakan jika cinta dalam hati saja sudah dipenuhi dengan cinta kepada Allah dan Rosul-Nya ?

Lalu apa yang harus di kecewakan jika hati sudah merasa yakin bahwa segala nya sudah diatur dari mulai kehidupan sampai kematian ?

Jika masih ada kecewa terhadap dunia beserta isinya apakah mungkin bisa dikatakan cinta kepada Allah dan Rosul Nya sudah memenuhi lubuk hati yang paling dalam ?

Jika dengan berdoa saja sudah cukup untuk mengobati rasa kecewa lalu apa lagi yang harus di tuntut kepada dunia dan seisinya ? sedangkan dunia dan seisinya saja tak memiliki kuasa jika tanpa izin dari Rabb nya.

Sebagaimana doa Sayidati Maryam kepada Allah dalam firmanNya di surah Maryam ayat 4 :

“Dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada-Mu wahai Rabb ku.”

 

Adapun ucapan dari Ali bin Abi Thalib yang dapat kita terapkan untuk kita semua

“Aku sudah pernah merasakan kepahitan dalam hidup dan yang paling pahit ialah berharap kepada manusia.”

Ibnul Qayyim Rahimahullah berkata:

 Allah adalah yang mencukupi orang yang bertawakal kepada-Nya, yaitu Dia yang memberi ketenangan dari ketakutan orang yang takut, Dia adalah sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong.

 Dan barangsiapa yang berlindung kepada-Nya dan meminta pertolongan dari-Nya dan bertawakal kepada-Nya, maka Allah akan melindunginya dan menjaganya.

Dan barangsiapa yang takut kepada Allah, maka Allah akan membuatnya nyaman dan tenang dari sesuatu yang ditakuti, di khawatirkan, dan Allah akan memberi kepadanya segala macam kebutuhan yang bermanfaat.

                                                        [Taisirul Azizil Hamidh hal. 503].

            Jadi, jika segalanya kita serahkan kepada Allah tanpa ada unsur keuntungan dunia beserta isinya, maka dengan mudah Allah hadirkan kepada kita berupa kebaikan yang tak terhingga baik di Dunia dan Akhirat tanpa ada rasa kecewa sedikit pun.

Wallahu ‘alam Bishowab.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Disisi-Nya Lebih Baik

Hina