Postingan

Kecil dan Sedikit

Gambar
  BAGIAN IX Kecil dan Sedikit               Begitu mudah kita menilai sesuatu berdasarkan kuantitas nya, dan melupakan bahwa ada juga kualitas. Ketika sulit menghampiri maka dengan keras kita melantunkan doa, dengan serius kita meminta sambil merengek-rengek kepada Sang Pencipta, bila bahagia datang dengan pede kita berbangga sampai lupa bahwa segala nya karena Sang Pencipta.             Ketika mendapatkan hasil jerih payah yang kecil dan sedikit kita berkeluh seakan bahwa hanya diri sendiri lah yang kesulitan. Padahal sebagaimana Allah telah tegaskan 2x dalam QS. Al-Insyirah ayat 5-6 “Karena Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan ada kemudahan.” Hanya saja kita nya yang kurang sabar,  lebih mengedepankan hawa nafsu. Karena pada dasarnya manusia memang bersifat serakah.  “Seandainya seorang anak adam memilik...

Baik Menurut Diri Sendiri

Gambar
  Bagian VIII ^Baik menurut diri sendiri^             “Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik untuk dirimu sendiri. Dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu untuk dirimu sendiri.” (QS. Al-Isra : 7) Sering diri mengakui bahwa sudah berbuat baik untuk orang lain, namun lupa bisa jadi baik menurut diri sendiri belum tentu baik di pandangan orang lain. Sering diri merasa harus berbuat baik kepada orang lain supaya dibalas kebaikan juga dengan orang lain, namun lupa meluruskan niat bahwa berbuat baik kepada sesama semata-mata untuk meraih ridho sang Rabbi. Sering diri merasa sudah cukup untuk berbuat baik dan sudah sepantasnya dibalas dengan kebaikan pula, namun apabila dibalas dengan perbuatan buruk malah kecewa dan enggan untuk berbuat baik kepada orang yang sudah menyakiti diri kita. Sebagaimana pujian adalah sebuah ujian untuk kita mampukah kita tetap tawadhu atas kelebihan yang telah Allah berikan ? atau malah makin ...

Korban

Gambar
  Bagian VII  ^Apakah Benar Sebagai Korban ?^ Apa pernah diri disakiti, dikecewakan, dianggap remeh, diasingkan, dan seakan tak ada satupun mahluk dimuka bumi ini yang enggan untuk mendekat jangankan mendekat memandang pun rasa nya tak sudi. Pernahkah merasa bahwa diri menjadi korban bullying disekolah ? atau mungkin menjadi korban perasaan dari laki-laki atau wanita yang telah memberi harapan namun di dustakan ? atau mungkin ada hal lain yang membuat diri merasa menjadi korban baik secara jasmani atau rohani ? Pembaca yang ku sayangi, semakin diri sering menjadi korban maka semakin sering pula diri kita menyalahkan pelaku yang berbuat buruk demikian. Semakin sering kita menjadikan oranglain salah dan takan mungkin bisa berubah. Semakin sering pula diri merasa benar dan mengharapkan pembelaan dari setiap mata memandang. Seolah lupa bahwasanya diri pun harus introspeksi. Setiap manusia memiliki salah, namun tak selamanya manusia yang bersalah selalu menjadi pelaku buruk...

Disisi-Nya Lebih Baik

Gambar
Bagian VI ^Apa Yang Disisi Allah Lebih Baik^ Hidup kita lebih sering menikmati usaha orang lain, lebih sering menjadi penikmat hasil tanpa mau menerima proses, lebih sering menyatakan andaikan aku begini dan begitu, sedangkan waktu terus berputar tanpa perlu basa-basi, terus berputar tanpa peduli siapa yang dihadapi. Jika sulit nya telah tiba maka, keluh mu tak akan berhenti untuk ber-negosiasi dengan Sang Ilahi Rabbi. Begitu banyak sandiwara yang ditampakkan di muka bumi, sampai-sampai bumi pun bosan menghadapi sang mahluk yang tak sadar diri.             Pandai nya diri tak mau mengakui bahwa apa yang disisi Ilahi lebih baik, tersering mengikuti kata hati yang kadang dirasuki oleh iblis untuk iri dan dengki, dan akhirnya lupa  bahwa apa yang disisi Ilahi lebih baik, Begitu banyak cerita seakan-akan orang lain tak boleh salah arti, cukup diri yang harus terlihat berarti di pandangan manusiawi. Bersaing secara paksa dem...

Hina

Gambar
Bagian V ^Hina di Dunia yang Hina^   Ketika hina disandingkan dengan yang amat hina, maka kehinaan yang mana lagi yang lebih menghinakan ? Hidup yang kau selami bukan untuk di hinakan dengan cara menghina diri tanpa batas kadar sampai akhirnya sulit untuk beristighfar. Cukup dunia ini yang hina, kau jangan. Ketika semua sudah merasa terhina maka dimana jalan hidup akan terarah? Dengan siapa hidup mengadu jika semua mahluk di bumi sudah banyak menghinakan ? Sebagaimana Rasulullah Shalallahu “alaihi Wassalam Bersabda : “Demi Allah, sungguh, dunia itu lebih hina bagi Allah daripada bangkai anak kambing ini bagi kalian.” (HR. Muslim) Hidup kau terlalu mulia untuk terhinakan oleh dunia ini yang hina, kau tercipta dari adam yang satu dan hawa, maka nikmat Rabb mu yang mana lagi kau dustakan ? Seringnya hati ini sebagai hamba lebih mendambakan dunia dan seisinya padahal akhiratlah tempat pulang selama nya. Seringnya hati ini sebagai hamba lebih mengikuti hawa nafsu...

Hidup

Gambar
BAGIAN IV ^Mempebaiki Hidup untuk Mati^               Allah telah ciptakan manusia dari yang satu Adam dan yang satu Hawa, tugas kita sebagai manusia yaitu satu untuk beribadah kepada Allah semata-mata tanpa menyekutukan-Nya. Sering diri ini memperbaiki hidup hanya untuk hidup, tanpa berfikir bagaimana memperbaiki hidup untuk mati. Maksudnya apa? Sebagaimana kita di dunia ini hanya sekedar menjadi pengembara yang sewaktu-waktu akan pulang ketempat asal nya yaitu syurga.             Sebagaimana halnya pengembara yang akan pulang pasti akan banyak bekal yang harus dipersiapkan, bukan serta merta hanya membawa sepotong kain saja bukan? Pasti kita akan menyiapkan hal yang lebih baik daripada sekedar sepotong kain, seperti menyiapkan cadangan makanan dan minuman, pakaian yang cukup untuk ganti, dan segala macam yang akan dibutuhkan selama perjalanan pulang.  ...

Kecewa

Gambar
Bagian III ^Apa yang harus di kecewakan ?^   Dunia salah satu tempat dimana manusia memperjuangkan segala-gala nya demi mencapai tingkat kepuasan pada diri sendiri, baik berupa mengejar eksistensi diri, bergelimang harta, cinta manusia, sampai akhirnya menuntut segala sesuatu nya kepada ciptaan Allah. Padahal tak ada sedikitpun manfaat yang akan di dapat jika tanpa Izin dari-Nya. Jangan ucapkan cinta jika anda telah kecewa kepada mahluk Nya, jangan ucapkan syukur jika anda ternyata kufur terhadap nikmat Nya, jangan ucapkan sabar jika ternyata masih ada rasa ingin di balas. Lalu apa yang harus di kecewakan jika cinta dalam hati saja sudah dipenuhi dengan cinta kepada Allah dan Rosul-Nya ? Lalu apa yang harus di kecewakan jika hati sudah merasa yakin bahwa segala nya sudah diatur dari mulai kehidupan sampai kematian ? Jika masih ada kecewa terhadap dunia beserta isinya apakah mungkin bisa dikatakan cinta kepada Allah dan Rosul Nya sudah memenuhi lubuk hati yang paling d...