Hidup

BAGIAN IV

^Mempebaiki Hidup untuk Mati^

 

            Allah telah ciptakan manusia dari yang satu Adam dan yang satu Hawa, tugas kita sebagai manusia yaitu satu untuk beribadah kepada Allah semata-mata tanpa menyekutukan-Nya. Sering diri ini memperbaiki hidup hanya untuk hidup, tanpa berfikir bagaimana memperbaiki hidup untuk mati. Maksudnya apa? Sebagaimana kita di dunia ini hanya sekedar menjadi pengembara yang sewaktu-waktu akan pulang ketempat asal nya yaitu syurga.

            Sebagaimana halnya pengembara yang akan pulang pasti akan banyak bekal yang harus dipersiapkan, bukan serta merta hanya membawa sepotong kain saja bukan? Pasti kita akan menyiapkan hal yang lebih baik daripada sekedar sepotong kain, seperti menyiapkan cadangan makanan dan minuman, pakaian yang cukup untuk ganti, dan segala macam yang akan dibutuhkan selama perjalanan pulang.

            Hakikatnya kita tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi di tengah-tengah perjalan pulang yang akan kita hadapi, entah kehabisan uang, kelaparan, kehilangan barang berhaga lainnya. Wallahu’alam bishowab.

            Begitupun kematian, jadikan dunia ini sebagai tempat untuk bekal kita di akhirat kelak, karena seringnya kita memikirkan tentang bagaiman memperbaiki hidup untuk hidup, namun lalai tentang memperbaiki hidup untuk mati.

            Padahal sudah jelas Allah terangkan dalam Surah Al-An’am ayat 32 :

“Dan kehidupan dunia tak lain adalah permainan dan senda gurau belaka, dan sungguh kampung akhirat lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya ?”

            Lalu bagaimana dengan prinsip hidup kita ? masihkah memperjuangkan berbuat baik untuk hidup yang lebih baik di dunia yang hina ini ? lalu bagaimana dengan berbuat baik untuk hidup yang akan kekal di akhirat nanti ?

            Berbuat baik dan memperbaiki hidup dengan baik karena Allah, atau malah berbuat baik dan memperbaiki hidup dengan baik karena berharap untuk diperlakuka baik di dunia dengan mahluk lain ?

Wallahu’alam Bishowab.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Disisi-Nya Lebih Baik

Kecewa

Hina