Kecil dan Sedikit

 


BAGIAN IX

Kecil dan Sedikit 

            Begitu mudah kita menilai sesuatu berdasarkan kuantitas nya, dan melupakan bahwa ada juga kualitas. Ketika sulit menghampiri maka dengan keras kita melantunkan doa, dengan serius kita meminta sambil merengek-rengek kepada Sang Pencipta, bila bahagia datang dengan pede kita berbangga sampai lupa bahwa segala nya karena Sang Pencipta.

            Ketika mendapatkan hasil jerih payah yang kecil dan sedikit kita berkeluh seakan bahwa hanya diri sendiri lah yang kesulitan.

Padahal sebagaimana Allah telah tegaskan 2x dalam QS. Al-Insyirah ayat 5-6 “Karena Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan ada kemudahan.” Hanya saja kita nya yang kurang sabar,  lebih mengedepankan hawa nafsu. Karena pada dasarnya manusia memang bersifat serakah.

 “Seandainya seorang anak adam memiliki satu lembah emas, tentu ia menginginkan dua lembah lainnya, dan sama sekali tidak akan memenuhi mulutnya (merasa puas) selain tanah (yaitu setelah mati) dan Allah menerima taubat orang-orang yang bertaubat.”

 (Mutafaqun ‘alaih HR. Bukhari no.6439 dan Musilim no.1048)

Bisa jadi ketika kita menilai sesuatu itu kecil serta sedikit dan diri bisa lebih bersabar atas ketetapan-NYA maka kualitas keimanan kita lah yang unggul, atau malah bisa jadi ketika kita menilai sesuatu itu besar serta banyak dan diri tidak pernah merasa cukup atas pemberian-NYA maka kualitas keimanan kita lah yang rendah.

            Saudaraku, jangan berkecil hati jika saat ini kau berjuang lebih keras daripada yang lain, berpeluh tenaga sampai tak sadar bahwa diri sudah berdarah-darah habiskan waktu dan lupa istirahat semata-mata berjihad di jalan Allah, maka senantiasa lelah mu akan menjadi penggugur setiap dosa.

Tak apa berjuang demi mereka yang memang butuh untuk diperjuangkan, tenanglah itu tidak akan membuat usahamu sia-sia jika semata-mata karena-NYA. Kuatkan bahu mu, serta senantiasa berdzikirlah pada Allah meminta tolong lah pada Allah semoga bukan sekedar kuantitas dunia yang unggul namun kuantitas amalan baik di akhirat kelak yang akan menjadikan kualitas diri mu di hadapan Allah menjadi yang paling terbaik. Aamiin

“Maka barangsiapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.”

(QS. Az-Zalzalah : 7)


Wallahu ‘alam Bishowab



Komentar

  1. Zahri 😙😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍

    BalasHapus
  2. Zahri 😙😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Disisi-Nya Lebih Baik

Kecewa

Hina