Baik Menurut Diri Sendiri

 

Bagian VIII

^Baik menurut diri sendiri^

 


        “Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik untuk dirimu sendiri. Dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu untuk dirimu sendiri.”

(QS. Al-Isra : 7)

Sering diri mengakui bahwa sudah berbuat baik untuk orang lain, namun lupa bisa jadi baik menurut diri sendiri belum tentu baik di pandangan orang lain.

Sering diri merasa harus berbuat baik kepada orang lain supaya dibalas kebaikan juga dengan orang lain, namun lupa meluruskan niat bahwa berbuat baik kepada sesama semata-mata untuk meraih ridho sang Rabbi.

Sering diri merasa sudah cukup untuk berbuat baik dan sudah sepantasnya dibalas dengan kebaikan pula, namun apabila dibalas dengan perbuatan buruk malah kecewa dan enggan untuk berbuat baik kepada orang yang sudah menyakiti diri kita.

Sebagaimana pujian adalah sebuah ujian untuk kita mampukah kita tetap tawadhu atas kelebihan yang telah Allah berikan ? atau malah makin takabur atas karunia yang telah Dia beri ? Wallahu ‘alam Bishowab

Kadang perbuatan baik kita lebih sering ingin diberi apresiasi oleh manusia dibanding Allah, sehingga terlupa lah bahwa manusia sendiri pun asalnya lemah dan tak berkuasa apabila tanpa seizin dari Rabb nya.

Bukan tentang bagaimana orang lain baik memberi penilaian, tapi tentang bagaimana niat yang sudah tertancap dalam hati sudahkah semata-mata karena Allah atau karena ingin di beri apresiasi dari mahluk ?

Menegur orang lain itu mudah, namun sadar diri sendiri lah yang tak mau. Semakin diri mengakui bahwa sudah baik maka semakin mudah menganggap orang lain tak baik.

karena sejatinya baik menurut kita belum tentu baik menurut Allah, dan buruk menurut kita belum tentu buruk menurut Allah.

Wallahu ‘alam bishowab

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Disisi-Nya Lebih Baik

Kecewa

Hina